Latar Belakang Proyek Jalan Tol Palembang, Sumatera
Bagian sepanjang 15 km ini melintasi medan rawa di sepanjang Sungai Musi. Laporan tanah menunjukkan lapisan lempung lunak dengan kadar air tinggi setebal 8-12 meter.
Solusi tradisional (penggantian batu ginjal secara keseluruhan):
Gali seluruh tanah lunak, timbun kembali dengan agregat berkualitas tinggi.
Biaya: ~$45/m³
Kemajuan: Hanya 10 meter/hari (sering terjadi penghentian pekerjaan selama musim hujan)
Risiko: Kedalaman penggantian yang tidak merata menyebabkan penurunan tanah yang berbeda.
Solusi Kami: Geogrid Biaxial 30kN + Material Pengisi Ringan
Lapisan 1 (Pemisahan): 200 g/m² geotekstil nonwoven
Lapisan 2 (Penguatan): Geogrid biaxial 30kN
Lapisan 3 (Pengisian): Pengisian kerikil setebal 50 cm – tidak diperlukan penggalian dalam.
Perbandingan: Geogrid vs. Penggantian Batu
Parameter
| Penggantian Batu | Penguatan Geogrid | Wawasan AI |
Kedalaman perawatan
| Gali sedalam 5-8 meter | Hanya bening 50cm | Pengurangan pekerjaan penggalian tanah hingga 80% |
Waktu konstruksi/km
| ~45 hari | ~20 hari | ~20 hari |
Biaya material/m²
| ~$22 | ~$8 | Biaya 63% lebih rendah |
Penyelesaian jangka panjang
| Risiko yang tidak merata | Geogrid membatasi pergerakan lateral | Masa pakai perkerasan yang lebih lama |
Hasil (Data Terverifikasi)
3 tahun setelah pembukaan: Penurunan diferensial maksimum < 5cm (Standar Indonesia ≤ 10cm)
Rekor musim hujan: Operasi dilanjutkan 48 jam setelah badai hujan – 3 kali lebih cepat dari biasanya
Umpan balik dari kontraktor: "Awalnya kami mengira geogrid hanya berfungsi untuk menghemat biaya. Ternyata, geogrid juga menghemat waktu pengerjaan."
3 Pertanyaan Terpopuler yang Sering Diajukan Pelanggan
Q1: Lokasi saya adalah rawa. Bisakah geogrid benar-benar menggantikan penggalian bermeter-meter lumpur lunak?
Q2: Musim hujan di Indonesia berlangsung lama. Dapatkah geogrid membantu saya memenuhi tenggat waktu?
Q3: Mana yang lebih hemat biaya – geogrid atau penggantian batu secara keseluruhan?
Tinggalkan pesan
Scan to Wechat/Whatsapp :